
Di usia 6 tahun, Alwi tak lagi mengenal cerianya dunia bermain. Penyakit langka Hirschsprung telah merenggut masa kecilnya, memaksa ususnya keluar dari perut (stoma). Lima kali operasi besar telah dilalui, namun luka itu kembali bocor, mengeluarkan darah dan nanah. Kini, Alwi hanya bisa terbaring lemas menanti kejaiban dioperasi keenam yang direncanakan Maret ini.

Nestapa Alwi kian berat karena keterbatasan biaya. Alih-alih alat medis steril, sang Ayah terpaksa menggunakan plastik dan pampers seadanya untuk menutup usus yang menonjol keluar karena tak mampu membeli kantong stoma. Bahkan, luka operasi yang bolong hanya bisa diobati dengan madu. Sang nenek, yang bekerja sebagai buruh cuci dengan upah bersih Rp40.000 per hari, harus membagi uang tersebut antara makan, ojek, dan obat-obatan Alwi yang mahal.

Jangan Biarkan Alwi Berjuang Sendirian!
Keluarga kecil ini sudah berada di titik nadir; mereka bahkan pernah diusir dari kontrakan karena semua uang habis demi rumah sakit. Meski BPJS menanggung tindakan utama, biaya nutrisi, transportasi jarak jauh ke RS Sukabumi, dan alat medis harian tidak ada yang menjamin. Tanpa uluran tangan kita, perjuangan setahun terakhir ini terancam sia-sia..

Setiap rupiah yang Anda berikan adalah harapan bagi Alwi untuk bisa sembuh dan hidup normal seperti anak lainnya. Di bulan yang penuh berkah ini, mari sisihkan sebagian rezeki untuk biaya pengobatan dan kebutuhan mendesak Alwi.

Setiap doa dan donasi yang Sahabat berikan menjadi harapan baru bagi Alwi untuk kembali tersenyum dan menata masa depan yang lebih baik. Mari bantu Alwi sembuh!