
Di Pulau Mangkada, sebuah pulau kecil di sekitar Jembatan Barelang, Kepulauan Riau, Ustadz Sulfikar (32 tahun) menjalani hari-harinya sebagai guru ngaji sekaligus jadi imam dan muadzin. Dengan satu kaki dan langkah yang harus ditempuh sambil melompat, beliau tetap menyusuri jalan-jalan sederhana di pulau itu demi mengajar anak-anak dan memakmurkan masjid kecil setempat. Sejak 2 tahun yang lalu, beliau mendedikasikan hidupnya menjadi penerang ilmu agama di tempat yang jauh dari sorotan.

Sejak lahir, Ustadz Sulfikar hidup dengan keterbatasan fisik. Ia pernah mencoba berbagai pekerjaan serabutan, namun sering kali harus menerima penolakan karena kondisinya. Hingga akhirnya, beliau memilih satu jalan pengabdian: berdakwah. Di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi, beliau tetap hadir untuk mengajar mengaji, memimpin shalat, dan mengumandangkan adzan bagi warga Pulau Mangkada yang tinggal jauh dari pusat keramaian.

Perjuangannya bukan tanpa tantangan. Untuk sampai ke Pulau Mangkada, beliau harus menempuh perjalanan menyeberangi laut dengan speedboat, lalu melanjutkan perjalanan darat. Tidak ada gaji tetap, tidak ada tunjangan, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari pun seringkali beliau harus mengandalkan belas kasih orang tua muridnya atau hasil kerja serabutan yang tidak menentu.

Di balik keteguhan Ustadz Sulfikar, ada kebutuhan yang tak bisa beliau pikul sendiri. Semangat dan keikhlasannya telah menyalakan cahaya iman di Pulau Mangkada, tetapi untuk terus melangkah, beliau membutuhkan uluran tangan kita—untuk biaya transportasi menyeberangi laut, kebutuhan logistik harian, peralatan dakwah, hingga sandang pangan yang layak. Dengan bergotong royong, kita bukan hanya membantu satu orang guru ngaji, tetapi juga menjaga agar cahaya dakwah tetap menyala di pulau terpencil ini, sekaligus menyemangati lebih banyak pejuang kebaikan di pelosok negeri.

Ustadz Sulfikar sudah melangkah sejauh ini, melompati keterbatasannya. Kini giliran kita untuk melompat ke arah kebaikan bersama beliau.
Yuk, jadi bagian dari perjuangan guru ngaji difabel ini. Berikan bantuanmu hari ini, untuk dakwah yang tak pernah putus.
![]()
Menanti doa-doa orang baik