
Di saat banyak anak Indonesia belajar di ruang kelas yang nyaman, masih ada anak-anak yang harus belajar di balik dinding terpal.

Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, kita patut bersyukur karena semakin banyak sekolah yang telah berdiri dengan bangunan yang layak. Namun, di balik kemajuan itu, masih ada anak-anak di pelosok negeri yang belum merasakan hak yang sama.

Di Dusun Sibulangan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, SD Terpencil Sitti Masyitha menjadi satu-satunya harapan pendidikan bagi anak-anak di sana. Sayangnya, kondisi sekolah ini masih jauh dari kata layak. Sebagian dinding kelas terbuat dari terpal dan karung, sementara bangunan yang sederhana belum mampu melindungi mereka dari panas terik maupun hujan yang turun. Namun setiap pagi, anak-anak tetap datang dengan senyum dan semangat untuk belajar.

Perjuangan mereka pun tidak berhenti di ruang kelas. Untuk sampai ke sekolah, anak-anak dan para guru harus menempuh perjalanan sekitar 6 kilometer melewati jalan tanah yang licin, menanjak, dan berbukit. Meski aksesnya sulit dan fasilitasnya sangat terbatas, mereka tetap percaya bahwa pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Di usia kemerdekaan Indonesia hari ini, masih ada anak-anak yang belum benar-benar merdeka dalam memperoleh pendidikan yang layak. Mereka tidak meminta sekolah yang megah. Mereka hanya berharap memiliki ruang kelas yang aman, nyaman, dan mampu melindungi mereka saat belajar mengejar cita-cita.

Mari bersama hadirkan sekolah yang lebih layak untuk anak-anak SD Terpencil Masyitoh. Karena kemerdekaan seharusnya juga berarti setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bermimpi, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Bantu Wujudkan Harapan anak-anak di Pedalaman Sulawesi memiliki sekolah yang layak!
![]()
Menanti doa-doa orang baik