
Hidup Bu Okta jauh dari kata sempurna, berbagai ujian hidup melekat padanya. Ia seorang janda, tuli, rumah mengontrak, dan setiap hari harus bertarung di jalanan sebagai sopir ojek online.
Namun dibalik beratnya hidup Bu Okta, ia masih bisa berbuat kebaikan dengan mengurus kucing terlantar. Bu Okta sangat sayang dengan kucing-kucingnya, ia rela ngojek sampai malam agar bisa bawa pulang makanan bagi 15 kucing di kontrakannya.
Sebelumnya Bu Okta bisa mendengar, tapi sebuah kecelakaan maut tiga tahun lalu membuat dunia sunyi, ia kehilangan pendengaran selamanya.
Kondisi ini membuat Bu Okta kehilangan banyak kesempatan baik. Beberapa kali, pelanggan meng-cancel orderan ojek onlinenya karena tahu kondisi Bu Okta. Akhirnya pendapatan yang sudah minim itu semakin kecil. Para Anabul yang sudah mengeong sejak pagi terpaksa dikurangi jatahnya. Bahkan sering kali, Bu Okta berbagi jatah makan dirinya dengan kucing-kucing terlantar itu.
Alhamdulillah, Tim Relawan Mulia berkesempatan mengunjungi kontrakan Bu Okta di Kecamatan Ilir Barat I. Kami membawa buah tangan berupa bantuan tunai dan sembako dari dermawan.
Namun kami tahu, ini masih jauh dari kata layak. Bu Okta dan para pejuang nafkah - juga pahlawan kucing lainnya butuh dukungan yang berkelanjutan.
Yuk dukung Bu Okta! Dengan membantu Bu Okta, kita juga sudah berbuat baik kepada 15 kucing terlantar. Insyaallah double manfaat dan kebaikannya.
![]()
Menanti doa-doa orang baik